About

Sabtu, 31 Maret 2012

PERWASITAN BOLA BASKET



Peraturan Permainan Bola Basket
Aturan dasar pada permainan Bola Basket adalah sebagai berikut.
• Bola dapat dilemparkan ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan.
• Bola dapat dipukul ke segala arah dengan menggunakan salah satu atau kedua tangan, tetapi tidak boleh dipukul menggunakan kepalan tangan (meninju).
• Pemain tidak diperbolehkan berlari sambil memegang bola. Pemain harus melemparkan bola tersebut dari titik tempat menerima bola, tetapi diperbolehkan apabila pemain tersebut berlari pada kecepatan biasa.
• Bola harus dipegang di dalam atau diantara telapak tangan. Lengan atau anggota tubuh lainnya tidak diperbolehkan memegang bola.
• Pemain tidak diperbolehkan menyeruduk, menahan, mendorong, memukul, atau menjegal pemain lawan dengan cara bagaimanapun. Pelanggaran pertama terhadap peraturan ini akan dihitung sebagai kesalahan, pelanggaran kedua akan diberi sanksi berupa diskualifikasi pemain pelanggar hingga keranjang timnya dimasuki oleh bola lawan, dan apabila pelanggaran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mencederai lawan, maka pemain pelanggar akan dikenai hukuman tidak boleh ikut bermain sepanjang pertandingan. Pada masa ini, pergantian pemain tidak diperbolehkan.

LOMPAT TINGGI



A. .Pengertian Lompat Tinggi
Lompat tinggi
 merupakan salah satu cabang olahraga yang melakukan gerakan lompatan untuk mencapai lompatan yang setinggi-tingginya. Ukuran lapangan sama dengan lompat jauh, 
Tinggi tiang mistar min 2.5 meter, Panjang mistar 3.15 m.
B. .Tahapan pada lompat tinggi 
Semua gaya lompatan dapat dibedakan menjadi 4 tahap, yaitu : 
a) Awalan, gerakan berlari menuju mistar 
b) Tolakan, gerakan kaki menumpu pada lantai untuk menaikkan badan 
c) Melayang, gaya dan kedudukan badan ketika berada di udara dan di atas mistar. 
d) Mendarat, jatuhnya badan diatas matras. 

LARI JARAK MENENGAH DAN JAUH

1. LARI JARAK MENENGAH
Gerakan lari jarak menengah (800 m, 1500 m dan 3000 m) sedikit berbeda dengan gerakan lari jarak pendek (sprint). Tetapi pada garisnya besarnya perbedaan itu terutama pada cara kaki menapak. Pada lari jarak menengah, kaki menapak pada ujung tumit kaki dan menolak dengan ujung kaki. Sedangkan pada lari jarak pendek, menapak dengan ujung-ujung kaki, tumit sedikit sekali menyentuh tanah. Di samping itu, lari jarak menengah dilakukan dengan gerakan-gerakan lebih ekonomis untuk menghemat tenaga. 
Dalam lari jarak menengah, pelaksanaan startnya dilakukan dengan menggunakan start berdiri, yang aba-abanya hanya “bersedia” dan “ya”. Dikatakan start berdiri karena pelaksanaannya dilakukan dengan berdiri. Ketika aba-aba “bersedia” terdengar, pelari segera maju mendekati garis start dan menempatkan salah satu kakinya di belakang garis dan kaki lain di belakang kaki yang lain berjarak selebar bahu. Badan agak bungkuk dan keudua lengan ditempatkan sedemikian rupa sesuai dengan penempatan kaki. Begitu aba-aba “ya” terdengar, segeralah lari menempuh jarak yang ditentukan. 

LARI SPRINT



Lari jarak pendek (sprint) 
Lari jarak pendek adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan penuh/maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh. Lari cepat meliputi jarak: 100 m, 200 m, 400m.
kelangsungan gerak pada sprint secara teknik sama, kalau ada perbedaan hanyalah terletak pada penghematan penggunaan tenaga karena perbedaan jarak yang harus ditempuh. Makin jauh jarak yang harus ditempuh makin membutuhkan daya tahan yang besar, sehingga ada yang dinamakan “edurance”.
Teknik lari jarak pendek terbagi menjadi tiga, yaitu start jongkok, gerakan lari, dan teknik memasuki garis finish. 

SENAM ALAT


Senam Alat

Biasanya merupakan nomor pertama dalam pertandingan atas pertimbangan kesempatan bagi para pesenam untuk juga berlaku sebagai pemanasan karena gerakan-gerakannya tidak memerlukan tenaga otot yang luar biasa. Nomor ini mungkin merupakan tontonan yang paling mengasyikkan dibanding dengan alat-alat lain meskipun sebenarnya relatif berkembang paling baru. Untuk pertama kali nomor ini sebagai nomor perseorangan dalam Olympiade 1932 dan bagi wanita baru 20 tahun kemudian.
Senam lantai sangat populer terutama bagi penyelenggaraan secara massal yang dapat diikuti oleh ribuan peserta bersama-sama. Gerakan-gerakannya dapat dikerjakan secara seragam dan membentuk formasi-formasi yagn menarik dan mengesankan. Di negeri kita sekarang sedang digalakkan apa yang disebut senam pagi Indonesia.

Jumat, 30 Maret 2012

SENAM RITMIK

Senam irama adalah senam yang dilakukan dengan iringan musik atau latihan bebas yang dilakukan secara berirama. Senam irama dapat dilakukan dengan atau tanpa menggunakan alat.Senam irama merupakan pengembangan dari senam yang mempunyai tugas menyalurkan hasrat bergerak,untuk menyiapkan fisik agar menguasai latihan-latihan yang diperlukan dalam seni gerak.Alat yang biasa digunakan dalam senam irama antara lain BOLA ,TALI ,TONGKAT ,SIMPE/HOLA HOP , dan GADA.

Selasa, 20 Maret 2012

RENANG GAYA DADA



Teknik Dasar Renang Gaya Dada | Gaya Katak | Chest Stroke – Renang Gaya Dada merupakan gaya yang paling cepat dan mudah untuk dipelajari namun jika dilihat dari segi kecepatan, gaya renang yang sering disebut juga dengan gaya katak ini memang lebih lambat jika dibanding dengan gaya yang lain seperti gaya bebas dan dan gaya punggung. Untuk mempelajari teknik renang gaya dada atau Chest Stroke, yang perlu diperhatikan adalah : 

RENANG GAYA BACK CRAWL

Merupakan gaya yang paling berbeda dengan yang lainnya karena kita dengan posisi wajah menghadap ke atas, sehingga kita tidak bisa melihat ke depan.

LOMPAT JAUH

LOMPAT JAUH
Lompat jauh merupakan salah satu nomor lompat selain lompat jangkit, lompat tinggi, dan lompt tinggi galah. Tujuan lompat jauh adalah melompat sejauh-jauhnya dengan memindahkan seluruh tubuh dari titik-titik tertentu ke titik lainnya, dengan cara berlari secepat-cepatnya kemudian menolak, melayang di udara dan mendarat.

Jumat, 16 Maret 2012

LATIHAN SOAL UJIAN SEKOLAH 2012

LATIHAN SOAL SMT GENAP X

Sabtu, 03 Maret 2012

LATIHAN SOAL KELAS XII

MATERI KEBUGARAN JASMANI

LATIHAN KEBUGARAN JASMANI
1. Hakikat Latihan Kebugaran Jasmani
Latihan kondisi fisik (physical conditioning) memegang peranan yang sangat penting untuk mempertahankan atau meningkatkan derajat kesegaran jasmani (physical fitness).
Derajat kesegaran jasmani seseorang sangat menentukan kemampuan fisiknya dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Semakin tinggi derajat kesegaran jasmani seseorang semakin tinggi pula kemampuan kerja fisiknya. Dengan kata lain, hasil kerjanya kian produktif jika kesegaran jasmaninya kian meningkat.
Kurangnya daya tahan, kelentukan persendian, kekuatan otot, dan kelincahan merupakan penyebab utama timbulnya cidera. Hal ini disebabkan program latihan kondisi fisik yang dilakukan seseorang tidak sempurna sebelum dia terjun mengikuti pertandingan atau melaksanakan kegiatan fisik yang lebih berat.
Program latihan kebugaran jasmani perlu direncanakan secara sistematis. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ksegaran jasmani dan kemampuan ergosistem tubuh. Proses latihan kebugaran jasmani yang dilakukan secara cermat, berulang-ulang dengan kian hari meningkat beban latihannya, akan meningkatkan kebugaran jasmani. Hal ini akan menyebabkan seseorang kian terampil, kuat dan efisien dalam gerakannya.
Para ahli olahraga berpendapat, seorang atlet yang mengikuti program latihan kebugaran jasmani secara intensif selama 6 – 8 minggu sebelum musim pertandingan, akan memiliki kekuatan, kelentukan, dan daya tahan yang jauh lebih baik selama musim pertandingan. Perkembangan kebugaran jasmani yang terbaik juga membantu seorang atlet untuk mampu mengikuti latihan selanjutnya dalam usaha mencapai prestasi setinggi-tingginya.
2. Bentuk-bentuk Latihan Kebugaran Jasmani
Berkenaan dengan pembinaan Kebugaran Jasmani untuk meningkatkan kesegaran jasmani, perlu mengenal beberapa unsure-unsur yang perlu dilatih, yaitu kekuatan, kecepatan, daya tahan otot jantung dan paru-paru, kelincahan, daya ledak (power) dan kelentukan.
a) Latihan kekuatan (strength training)
Dalam olahraga, kekuatan digunakan dalam berbagai bentuk antara lain:
1) Bergeraknya tubuh olahragawan (berlari, melompat, berenang dan sebagainya).
2) Menggerakkan benda atau alat lain: tolak peluru, bola, angkat besi, dayung dan sebagainya.
3) Melawan dan mengatasi kekuatan otot lawan: judo, gulat dan sebagainya.
Bentuk latihan kekuatan dengan berbagai kombinasi kekuatan yang dikenal dengan circuit training, yaitu urutan latihan dengan satu macam kegiatan di setiap pos antara 4 – 12 pos
b) Latihan kecepatan (Speed training)
Latihan kecepatan yang masih bersifat umum ini diberikan dalam bentuk latihan lari dan sekaligus dengan latihan reaksi. Beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam latihan kecepatan antara lain sebagai berikut:
1) Latihan kecepatan dilakukan pada awal dari suatu unit latihan, pada saat otot-otot masih kuat.
2) Intensitas latihan berada pada tingkat sub-maksimal. Intensitas tinggi ini memerlukan konsentrasi penuh dan kemauan tinggi.
3) Jarak antara 30 – 80 meter dianggap jarak yang baik untuk pembinaan kecepatan secara umum.
4) Jumlah pengulangan antara 10 – 16 kali dan terdiri dari 3 – 4 seri.
5) Untuk kecepatan daya ledak (eksplosive speed) dapat dilatih dengan penambahan beban yang tidak lebih dari 20% dari beban maksimal.
6) Waktu istirahat antara pengulangan (repetition) 1 – 3 menit, sedangkan waktu istirahat antara seri lebih lama sampai 6 menit.
Perlu diingat bahwa agar latihan kecepatan lebih efektif, perlu rangsangan-rangsangan/stimulus luar seperti: tanda dengan tepkan tangan, bunyi peluit, atau suara sebagai komando untuk mulai yang sekaligus juga melatih reaksi pemain.
c) Latihan daya tahan (endurance training)
Daya tahan adalah kemampuan untuk bekerja atau berlatih dalam waktu yang lama tanpa mengalami kelelahan. Banyak kegiatan dalam membina daya tahan yang dapat dilakukan, antara lain: lari jarak jauh, latihan aerobic 12 menit, lari lintas alam (cross country), fartlek, dan interval training.
1) Latihan aerobic
Latihan aerobic dengan waktu yang ditentukan selama 12 menit, berusaha untuk mencapai jarak sejauh mungkin.
2) Latihan cross country
Latihan cross country atau lari lintas alam memang umum dilakukan. Biasanya dilakukan sebagai selingkuh dari latihan-latihan daya tahan lainnya. Latihan ini terutama sekali dilakukan dalam periode persiapan.
3) Latihan fartlek
Prinsip latihan fartlek adalah berlari dengan berbagai variasi. Artinya dapat mengatur keepatan lari yang diinginkan selama melakukan latihan tersebut sesuai dengan keinginan dan sesuai pula dengan kondisi/kemampuan atlet. Sebagai contoh dapat dimulai latihan dengan lari lambat-lambat, kemudian dilanjutkan dengan lari cepat pada jarak-jarak pendek secara intensif.
4) Interval training
Interval training adalah bentuk latihan daya tahan dengan berlari pada jarak tertentu dengan waktu tertentu, dengan masa pemulihan (recovery) di antara pengulangan jarak tersebut. Hal-hal yang perlu ditentukan dalam merencanakan latihan interval adalah sebagai berikut.
a) Jarak yang akan ditempuh
b) Kecepatan untuk menempuh jarak tersebut
c) Pengulangan (repetition), yaitu beberapa kali jarak tersebut akan ditempuh
d) Lamanya masa istirahat (recovery) di antara repetisi.
d)Latihan kelentukan (Flexibility training)
Ada dua bentuk dalam mengembangkan kelentukan yaitu: (1) peregangan dinamis dan (2) peregangan statis.
1) Peregangan dinamis
Peregangan dinamis dilakukan dengan menggerakkan tubuh atau anggota tubuh secara berirama atau dengan memantul-mantulkannya (bouncing), sehingga otot-otot teregang dan terulur.
Contoh peregangan dinamis adalah sebagai berikut.
(1) Duduk telunjur dengan kedua kaki lurus, usahakan untuk mencapai ujung jari kaki dengan jari-jari tangan, sambil melakukan gerakan merengut pinggang.
(2) Duduk dengan sikap “lari gawang”. Kaki kiri lurus ke depan, kaki kanan dilipat ke belakang.
(3) Berbaring terlungkup, tangan dilipat ke belakang kepala. Angkat kepala dan dada secara berulang-ulang setinggi mungkin ke atas.
(4) Sikap jongkok, kedua tangan bertumpu di lantai. Lemparkan kaki lurus ke belakang secara bergantian kiri dan kanan.
(5) Berdiri kangkang kedua tangan direntangkan ke samping. Bungkukkan badan sambil tangan kanan menyentuh ujung kaki kiri, kembali ke sikap semula.
2) Peregangan statis
Peregangan statis dilakukan dengan meregangkan tubuh atau anggota tubuh, dan mempertahankan sikap tersebut tanpa bergerak (statis) untuk beberapa saat.
Contoh peregangan statis adalah sebagai berikut.
(1) Berdiri dengan kedua kaki rapat. Bungkukkan badan sehingga jari tangan menyentuh lantai. Pertahankan sikap ini tanpa bergerak (statis) selama 20 – 30 detik.
(2) Berdiri dengan kaki kangkang lebar. Bungkukkan badan sehingga kedua telapak tangan bertumpu di lantai. Pertahankan sikap ini selama 20 – 30 detik.
(3) Duduk bersila dengan telapak kaki bertemu. Tarik tumit kearah dalam dengan kedua tangan. Pertahankan sikap ini selama 20 – 30 detik.
(4) Duduk dengan satu kaki lurus ke depan, kaki lainnya dilipat. Kedua tangan memegang pergelangan kaki yang lurus.
(5) Sikap berbaring. Tarik kedua lutut dengan kedua tangan kea rah/menyentuh dada. Kepala diangkat. Pertahankan sikap ini selama 20 – 30 detik.

LARI ESTAFET

LARI ESTAFET


Lari bersambung atau biasa disebut lari estafet adalah lari beregu yang terdiri dari 4 orang pelari. Lari ini dilakukan bersambung dan bergantian membawa tongkat dari garis start sampai ke garis finish. Sebagian besar keberhasilan regu estafet ditentukan oleh kelancaran pada saat melaksanakan pergantian tongkat estafetnya.
Start yang digunakan dalam lari bersambung adalah untuk pelari pertama (I) menggunakan start jongkok. Sedangkan untuk pelari kedua (II), ketiga (III), dan pelari yang keempat (IV) menggunakan start melayang. Jarak lari bersambung yang sering diperlombakan dalam atletik baik untuk putra maupun putri adalah 4 X 100 meter atau 4 X 400 meter. Dalam melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan kecepatan dari setiap pelari.



1. Teknik Lari Bersambung (Lari Estafet).

Satu regu pelari estafet biasanya terdiri dari 4 orang pelari. Keberhasilan yang akan dicapai oleh tim sangat ditentukan pada saat melakukan pergantian estafet. Suatu tim pelari harus memiliki pelari-pelari yang tercepat dan mampu melakukan pergantian tongkat dengan sempurna.

2. Teknik Pergantian tongkat Estafet.

Pergantian Tongkat estafet dalam lari bersambung atau lari estafet terbagi menjadi 2, yaitu :
Pergantian Tongkat Estafet tanpa melihat (Non Visual) Yaitu cara pelari menerima tongkat estafet tanpa melihat kepada yang memberi tongkat estafet.
Pergantian Tongkat estafet dengan melihat (Visual) yaitu cara pelari menerima tongkat estafet dengan melihat ke belakang
(pemberi tongkat estafet).
Teknik Pemberian dan Penerimaan Tongkat :
Dari Bawah Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kanan maka penerima menggunakan tangan kiri. Saat akan memberi tongkat, ayunkan tongkat dari belakang ke depan melalui bawah. Sementara tangan penerima telah siap di belakang dengan telapak tangan menghadap bawah. Ibu jari terbuka lebar, sementara jari-jari yang lainnya dirapatkan. Tangan penerima berada di bawah pinggang.
Dari atas Jika pemberi memberikan tongkat dengan tangan kiri maka penerima juga menggunakan tangan kiri.


Pergantian tongkat estafet harus berlangsung di dalam daerah pergantian yang panjangnya 20 meter. Pergantian tongkat estafet yang terjadi diluar daerah pergantian akan terkena Diskualifikasi.


3. Cara Memegang tongkat Estafet.

Cara memegang tongkat estafet harus dilakukan dengan benar. Memegang tongkat dapat dilakukan dengan dipegang oleh tangan kiri atau kanan. Setengah bagian dari tongkat dipegang oleh pemberi tongkat. Dan ujungnya lagi akan dipegang oleh penerima tongkat estafet berikutnya. Dan bagi pelari pertama, tongkat estafet harus dipegang dibelakang garis start dan tidak menyentuh garis start.

4. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Lari Estafet :

1. Pemberian tongkat sebaiknya bersilang, yaitu pelari 1 dan 3 memegang tongkat pada tangan kanan, sedangkan pelari 2 dan 4 menerima/memegang tongkat pada tangan kiri.
2. Penempatan pelari hendaknya disesuaikan dengan keistimewaan dari masing-masing pelari. Misalnya pelari 1 dan 3 dipilih yang benar-benar baik dalam lingkungan. Pelari 2 dan 4 merupakan pelari yang mempunyai daya tahan yang baik.
3. Jarak penantian pelari 2, 3, dan 4 harus benar-benar diukur dengan tepat seperti pada waktu latihan.
4. Setelah memberikan tongkat estafet jangan segera keluar dari lintasan masing-masing.

LATIHAN SOAL KELAS XI

Rabu, 29 Februari 2012

TOLAK PELURU


Materi Tolak Peluru

TOLAK PELURU



TEKNIK DASAR TOLAK PELURU
Tolak peluru adalah salah satu cabang olahraga atletik. Atlet tolak peluru melemparkan bola besi yang berat sejauh mungkin. Berat peluru:
  • Untuk senior putra = 7.257 kg
  • Untuk senior putri = 4 kg
  • Untuk yunior putra = 5 kg
  • Untuk yunior putri = 3 kg

Kamis, 23 Februari 2012

RENANG GAYA CRAWL


Untuk materi ini mempunyai 3 Kompetensi Dasar yaitu:
Kompetensi Dasar : 
  1. Mempraktikkan teknik dasar gerakan kaki renang gaya bebas serta nilai disiplin, keberanian dan kebersihan
  2. Mempraktikkan teknik dasar gerakan lengan renang gaya bebas serta nilai disiplin, keberanian dan kebersihan
  3. Mempraktikkan teknik dasar pernapasan renang gaya bebas serta nilai disiplin

Minggu, 19 Februari 2012

LARI ESTAFET

Lari Sambung ( Estafet )


Pengertian Lari Sambung (Estafet)
Lari sambung atau lari estafet adalah salah satu nomor lomba lari pada perlombaan atletik yang dilaksanakan secara bergantian atau berantai. Dalam satu regu lari sambung ada empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor lari yang lain, yaitu memindahkan tongkat sambil berlari cepat dari pelari kesatu kepada pelari berikutnya.

Selasa, 14 Februari 2012

ISYARAT BAGI WASIT PERMAINAN BOLA BASKET

Travelling dilakukan dengan cara memutar kedua lengan dengan sikap telapak tangan mengepal.

Illegal dribble dilakukan dengan gerakan menepuk-nepuk kedua tangan.

PERATURAN TEKNIK PERLOMBAAN ATLETIK

Semua perlombaan atletik sebagaimana diuraikan dalam peraturan IAAF, harus diselenggarakan dengan menggunakan peraturan IAAF dan hal ini harus dinyatakan dalam semua selebaran, pengumuman, brosur, barang-barang produk tertentu, reklame atau iklan, dan Buku Acara atau Buku Program Perlombaan, dan barang-barang cetakan lainnya.
Catatan: Disarankan agar Federasi Atletik Nasional (PASI) menggunakan Peraturan Lomba Atletik IAAF untuk menggelar lomba atletik di lingkungannya masing-masing.

TEKNIK DASAR PERMAINAN BOLA BASKET

Cara memegang bola basket adalah sikap tangan membentuk mangkok besar. Bola berada di antara kedua telapak tangan. Telapak tangan melekat di samping bola agak ke belakang, jari-jari terentang melekat pada bola. Ibu jari terletak dekat dengan badan di bagian belakang bola yang menghadap ke arah tengah depan. Kedua kaki membentuk kuda-kuda dengan salah satu kaki di depan. Badan sedikit condong ke depan dan lutut rileks.

Jumat, 10 Februari 2012

GAMBAR LAPANGAN LEMPAR CAKRAM

MINUMAN KERAS

MINUMAN KERAS
Minuman keras adalah minuman yang mengandung alkohol, seperti ethanol / ethil alkohol. Minuman keras seperti wiski, brandy, bir, anggur, jenever, bols dan champagne, mempunyai kadar alkhohol yang sangat tinggi kurang lebih 30 – 40 % (100 cc minuman mengandung 30 – 40 cc alkohol ).
Alkohol yang bersal dari minuman keras mudah sekali masuk ke dalam aliran darah melalui pernafasan sehingga pernafasan sehingga pernafasan berbau alkohol dan sebagian kecil dikeluarkan lewat air seni. Selama dalam aliran darah alkohol akan mempengaruhi fungsi otak. Bila kadarnya tinggi maka otak dan susunan saraf dapat mengalami keracunan sehingga pikirannya akan terganggu (mabuk), bicara tidak karuan dan jalannya sempoyongan. Alkohol dapat menimbulkan kerusakan hati dan selaput lendir lambung sehingga peminumnya mudah terserang penyakit liver dan mag. Orang yang ketagihan alkohol akan gemetar, perasaan resah, bingung dan perut mual. Pil penenang bisa menimbulkan kematian jika di campur dengan alkohol.
Konsentrasi Alkohol dalam Darah Akibat yang Ditimbulkan
0,1 %
0,2 %
0,3 %
0,4 %
0,5 % Umumnya masih tampak normal (kurang pengaruhnya)
Sudah tampak terjadinya gejala intoksikasi atau keracunan
Pingsan dan gangguan pernafasan
Pingsan dan gangguan jantung
Akan terjadi kematian.

Faktor-faktor penyebab penggunaan minuman keras :
a. Sekedar ikut-ikutan teman sepergaluan untuk mengikuti zaman
b. Lingkungan keluarga yang sudah mempunyai tradisi minum alkohol secara turun menurun.
c. Sebagai pelarian, yang bertujuan meringankan / melupakan suatu masalah yang sedang dihadapi.
d. Rasa ingin tahu dan mencoba mencicipi seperti teman-temannya yang peminum.
e. Agama yang lemah dan akhirnya mudah terpengaruh.
f. Kondisi menganggur, karena tidak ada kegiatan yang terarah seperti kuliah, kursus, bekerja / berwiraswasta.
Akibat kecanduan minuman beralkohol akan merusak hati dan bagian-bagian lain, seperti :
Perut terisi air, Bila terjadi kerusakan pada hati, kulit dan mata berwarna kuning, Terasa kesemutan terus menerus bila terjadi kerusakan pada saraf tepi, Peradangan lambung dan tukak lambung, Kerusakan pada jantung.
Masalah narkoba merupakan acaman yang sangat serius bagi kehidupan generasi muda sebagai penerus bangsa. Baerdasarkan survei BNN (Bandan Narkotika Nasional ; 2005), jumlah penyalahan narkorbadi Indonesia telah mencapai 3,4 % dari total penduduk. Dan yang lebih memprihtinkan lagi, ditemukannya usia termuda yang melakukan tindak pidana ini adalah umur 7 tahun.
A. PENYEBAB PENYALAHANGUNAAN NARKOBA
1. Sisi Pengetahuan
Tidak adanya pendidikan atau pengetahuan yang ditanamkan sejak dini tentang apa itu Narkoba dan bahayanya, serta bagaimana cara memeranginya.
Seharusnya pendidikan tentang narkoba itu dimulai sejak masa anak-anak, kalau perlu diadakan mata pelajaran tentang narkoba di sekolahan, sebelum mereka terjebak dilingkungan yangn membahayakan.
2. Sisi Sosial Keluarga
Hubungan yang kurang harmonis antara anak dan orang tua menyebabkan anak mencari pelarian dan bergaul dengan orang-orang yang tidak baik. Bila dibandingkan dengan anak yang dibesarkan dengan perhatian penuh dari orang tua, anak yang kuarang mendapat perhatian memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mencoba atau menyalahgunakan Narkoba.
3. Sisi Pergaulan (teman bermain)
Penyebab utama dilingkungan pergaulan yang biasanya terjadi pada penggunaan narkoba adalah :
 Untuk sekedar iseng dan mencari kesenangan.
 Supaya diterima dilingkungan tempat bermain atau teman bermain.
 Coba-coba sekedar ingin tahu rasanya dan beranggapan bahwa mencoba sekali tidak akan ketagihan (kurang percaya diri).
 Melarika diri dari kenyataan hidup yang pahit atau trauma masa lalu (putus cinta, hubungan antara anak dan orang tua yang tidak harmonis).

PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NARKOBA

PENYEBAB PENYALAHANGUNAAN NARKOBA
1. Sisi Pengetahuan
Tidak adanya pendidikan atau pengetahuan yang ditanamkan sejak dini tentang apa itu Narkoba dan bahayanya, serta bagaimana cara memeranginya.
Seharusnya pendidikan tentang narkoba itu dimulai sejak masa anak-anak, kalau perlu diadakan mata pelajaran tentang narkoba di sekolahan, sebelum mereka terjebak dilingkungan yangn membahayakan.
2. Sisi Sosial Keluarga
Hubungan yang kurang harmonis antara anak dan orang tua menyebabkan anak mencari pelarian dan bergaul dengan orang-orang yang tidak baik. Bila dibandingkan dengan anak yang dibesarkan dengan perhatian penuh dari orang tua, anak yang kuarang mendapat perhatian memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mencoba atau menyalahgunakan Narkoba.
3. Sisi Pergaulan (teman bermain)
Penyebab utama dilingkungan pergaulan yang biasanya terjadi pada penggunaan narkoba adalah :
 Untuk sekedar iseng dan mencari kesenangan.
 Supaya diterima dilingkungan tempat bermain atau teman bermain.
 Coba-coba sekedar ingin tahu rasanya dan beranggapan bahwa mencoba sekali tidak akan ketagihan (kurang percaya diri).
 Melarika diri dari kenyataan hidup yang pahit atau trauma masa lalu (putus cinta, hubungan antara anak dan orang tua yang tidak harmonis).

B. TIPS BUAT ORANG TUA
Ada beberapa tips buat orang tua untuk mengenali perubahan atau gejala yang terjadi pada anak apabila terlibat/pemakai narkoba :
1. Prestasi belajar menurun tajam
2. Membolos sekolah, mereka yang mulanya rajin sekolah, sering kita jumpai tidak masuk sekolah tanpa alasan yang jelas.
3. Menjadi pemalas, eggan mandi
4. Badan kurus, muka pucat dan kuyu
5. Meninggalkan ibadah, mereka yang tadinya rajin beribadah menjadi malas beribadah, bahkan meninggalkannya sama sekali.
6. Suka mengancam dan merusak barang.
7. Menjual barang, mencuri / terlibat tindakan kriminal.
8. Sering pulang larut malam, bahkan tidak pulang.
9. Sering mengurung dan mengunci diri dalam kamar (berlama-lama)
10. Sering dijumpai beberapa alat untuk menggunakan narkoba, antara lain : alat suntikan, kertas timah (alumunium foil) yang berasal dari rokok, alat yang disebut “bong” alat ini khusus untuk menghisap shabu-shabu yang terdiri dari tabung gelas dan dua buah sedotan.

Upaya Pencegahan dalam arti primer dapat diupayakan dirumah, disekolah atau dilingkungan sosial masyarakat. Salah satu caranya ialah :
 Perlunya pendidikan dan penyuluhan sejak dini, mulai dari rumah, sekolah dan lingkungan masyarakat tentang bahaya narkoba.
 Bagi pemakai narkoba, setelah mengalami proses hukum, kemudian dimasukan ke panti rehabilitasi penyalah gunaan narkoba.
 Bagi produsen dan pengedar, dikenakan sangsi yang seberat-beratnya sampai dengan hukuman mati.

C. HUKUMAN DAN DENDA BAGI PENYALAHGUNA NARKOBA
Dari dasar Undang – Undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 1997 tentang narkotika, pengguna dan pemilik serta pengedar narkoba dapat dikenakan hukuman sebagai berikut,
 Pengguna Narkoba
Dapat dikenakan hukuman penjara 1 sampai 4 tahun, sesuai dengan pasal 85
 Pemilik Narkoba
Dapat dikenakan hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah), sesuai dengan pasal 78 ayat 1 (b)
 Pengedar Narkoba
Sesuai dengan pasal 84, pengedar narkoba akan dikenakan hukuman penjara dari 5 tahun sampai 10 tahun dengan denda sebesar Rp 250.000.000,- (dua juta lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp 750.000.000,- (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)
 Produsen / pembuat Narkoba
Akan dikenakan hukuman penjara 7 tahun samapi seumur hidup dan denda sebesar Rp 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) samapai dengan Rp 1.000.000.000,- ( satu miliard rupiah), sesuai dengan Undang – Undang Narkotika pasal 80 ayat 1 (a).

ROKOK

ROKOK
1. MENGAPA REMAJA CENDERUNG INGIN MEROKOK
karena keadaan yang mempengaruhi perkembangan mental emosional remaja:
 Lingkungan sosio emosional yang kondusif
Kematangan emosional ( penuh cinta kasih,simpati, empati, kesadaran diri, mampu mengendalikan emosi, tidak mudah tersinggung, tidak agresif, optimis, berfikir kritis dan kreatif.
• Lingkungan sosio emosional tidak kondusif
Kecemasan, perasaan tertekan, agresif, melarikan diri dari kenyataan.
2. REMAJA MEROKOK PADA UMUMNYA DISEBABKAN :
( Tidak berfikir rasional, Mencari identitas ( jati diri), Ingin diakui / dihargai / dipuja, Ingin mencoba, Rasa setia kawan, Mudah terpengaruh )
3. MENGAPA HARUS BERHENTI MEROKOK
Merokok berlebihan dapat mengakibatkan kematian 10% penduduk dunia. Tahun 2030à kematian 50% perokok dan separuh dari yang meninggal adalah diusia produktif. Dari 1 batang rokok yang dibakar menghasilkan 4000 bahan kimia yang berbahaya, diantaranya:
( Tarà karsinogen, Nikotinà zat adiktif , Karbon Monoksida(CO)à mengikat hb )
4. PENYAKIT YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEBIASAAN MEROKOK
Kanker paru,Kanker kandung kencing,Kanker usus dan rahim, Kanker mulut dan tenggorokan,Kanker pankreas, Kanker payudara, Bronchitis khronik, Stroke, Osteoporosis, Penyakit jantung, Kemandulan dan Impotensi, Keguguran, melahirkan bayi cacat, Gangguan lambung, Penyakit gusi , Gangguan mata .
5. ROKOK DAN GANGGUAN KESEHATAN JANGKA PENDEK
Mulut kering, Nafas berbau, Meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah, Gangguan pencernaan, Kulit kusam, Bau badan tidak sedap
6. AKIBAT PAPARAN ASAP ROKOK
• Polusi ruangan mengakibatkan : Iritasi mata / hidung, sakit kepala , batuk, sesak nafas dan tenggorokan serak
• Pada wanita hamil yang bukan perokok akan terjadi penurunan pertumbuhan janin dan kematian bayi
• Asap rokok dari sebatang rokok yang dibakar mengandung:
2 Kali lebih banyak nikotin, 3 Kali lebih banyak tar, 5 Kali lebih banyak CO

7. SIAPA PEROKOK AKTIF DAN PASIF
• Perokok aktif à orang yang mengkonsumsi rokok.
• Perokok pasifà orang yang tidak merokok tapi menghisap asap rokok.
Dari pada asap rokok yang dihisap, kemudian dikeluarkan lagi dari mulut / hidung perokok.Resiko perokok pasif dibandingkan orang yang tidak pernah menghisap asap rokok :
30 % penyakit jantung dan 25 % kanker.
8. JENIS ASAP ROKOK
5 X CO, 4 X CARCINOGEN, 3 X NIKOTIN, 46 X AMONIA
9. IBU HAMIL YANG JADI PEROKOK PASIF :
Keguguran janin, Kematian bayi dalam kandungan, Perdarahan
10. BAYI YANG JADI PEROKOK PASIF :
Gangguan pernafasan, Gangguan perkembangan kecerdasan, Leukimia, Kanker otak, Penyakit telinga
11. Dari 1 batang rokok yang dibakarà 4000 racun
 Kelompok gas : CO, menghambat pengikatan Hb-O2
 Kelompok zat padat : Nikotin dapat menyempitkan pembuluh darahà Stroke dan serangan jantung, Tar dapat menyebabkan kanker.
12. PENYAKIT YANG DITIMBULKAN AKIBAT MEROKOK :
1. Kanker Paru :
Bahan kimia didalam rokok yang merupakan penyebab kanker paru adalah Tar. Adaempat jenis kanker paru , yaitu :Karsinoma epidermoid, Adenekarsioma, Karsinoma sel besar, Karsinoma sel kecil.
2. Penyakit Jantung :
Kebiasaan merokok dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, tingginya kadar lipid / lemak dalam darah dan lain-lain. Penyebab jantung koroner adalah penyempitan / tersumbatnya pembuluh darah yang menuju ke jantung, sehingga mengakibatkan serangan jantung mendadak. Ada dua asap rokok yaitu nikotin dan gas CO, asap rokok mengandung 0,5 % - 3 % nikotin. Nikotin menggangu jantung, membuat irama jantung tidak teratur.
3. Menggangu Kehamilan
Seorang ibu yang biasa merokok sangat mengganggu pada anak yang akan dilahirkan. Banyak dimungkinkan dapat meninggal dunia pada bulan-bulan berikutnya.
Gejala-gejala keracunan merokok, antara lain : Kepala pusing, Mual-mual, Keluar keringat dingin, Tangan gemetar, Badan terasa lemah
GANGGUAN MEROKOK :
KESEHATAN
 INFEKSI SALURAN
 EMPHYSEMA
 HIPERTENSI
 JANTUNG KORONER
 IMPOTEN
 SUSAH TIDUR PERFORMA

 GIGI KUNING
 KULIT PUCAT
 RAMBUT KUSAM
 KERUTAN DAHI
 CAHAYA MATA
 EMOSIONAL

1. BAGAIMANA MENCEGAH REMAJA UNTUK TIDAK MEROKOK
Peringatan kesehatan pada setiap bungkus rokok, Dilarang merokok ditempat umum, Memutuskan apakah merokok bergaya atau berbahaya, Mengembangkan keterampilan psikososial, Menerapkan Kawasan bebas rokok di sekolah, Contoh tauladan dan pengawasan, Penegakan hukum, Meminimalisir tempat merokok.
2. CARA EFEKTIF UNTUK BERHENTI MEROKOK (bagi yang sudah terlanjur merokok):
Niat yang yang kuat dari diri sendiri, Cari alasan kuat untuk berhenti merokok, Tetapkan tanggal untuk berhenti merokok, Singkirkan asbak/rokok, Minta dukungan teman & keluarga, Lakukan beberapa cara : ( Cara 1 : Langsung berhenti, Cara 2: Penundaan menghisap rokok pertama, Cara 3: Pengurangan bertahap.

Usaha – usaha unutk berhenti merokok, antara lain : Jauhkan dari rokok, Mandi air hangat 3 X sehari, Olahraga dengan baik dan teratur, Banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran segar, Jangan terlalu lama menahan lapar, Hindari makan makanan yang mengandung bumbu, Jauhkan diri dari ragu-ragu untuk berhenti merokok.
Upaya pencegahan dan penanggulangan agar siswa tidak merokok, antara lain : Kantin disekolah dilarang menjual rokok, Memberi penjelasan tentang bahaya merokok bagi kesehatan, Merazia siswa agar tidak membawa rokok.

3. KEUNTUNGAN TIDAK MEROKOK
Lingkungan udara bersih yang banyak mengandung O2, Memperkecil risiko terkena penyakit, misalnya serangan jantung, stroke, impotensi dan kemandulan karena endapan nikotin di pembuluh darah, Terhindar dari kanker yang disebabkan Tar, Nafas dan badan tidak berbau, Kulit muka tetap segar, Terhindar dari batuk-batuk dan sesak nafas, Memperkecil biaya yang tidak diperlukan.

NARKOBA

A. NARKOBA

1. Apa itu Narkoba ?
Menurut WHO (1982) semua zat padat, cair maupun gas yang dimasukan kedalam tubuh yang dapat merubah fungsi dan struktur tubuh secara fisik maupun psikis tidak termasuk makanan, air dan oksigen dimana dibutuhkan untuk mempertahankan fungsi tubuh normal.
2. Istilah dari Narkoba atau Napza adalah narkotika, psikotropika dan bahan zat adiktif
3. Narkotika adalah zat / obat yang berasal dari tanaman atau sintetis maupun semi sintetis yang dapat menurunkan kesadaran, hilangnya rasa , mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.
4. Psikotropika adalah zat / obat alamiah atau sintetis bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku
5. Zat adiktif adalah bahan lain bukan narkotika atau psikotropika yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan baik psikologis atau fisik. Misal : Alkohol , rokok, cofein.
• Penggunaan narkoba dengan jarum suntik
• Menggunakan 1 jarum untuk beberapa orang bergantian bergantian
• 65 % dari pengguna Narkoba (data RSKO)
• Umumnya setelah 2-4 tahun menggunakan narkoba lain
• Narkoba yang sering digunakan heroin dan shabu-shabu dan sedikit kokain
6. Kerja Narkoba :
Narkoba à Susunan Syaraf Pusat / Otak ada organ yang dapat memberikan informasi tentang siapa diri kita, apa yang sedang kita kerjakan dan apa yang telah kita lakukan .Susunan Syaraf Pusat juga mengendalikan beberapa fungsi penting pada organ tubuh yang mengatur detak jantung, tekanan darah, pernafasan à Fungsi ini akan terpengaruh jika seseorang menggunakan narkoba
7. Tujuan seseorang menggunakan narkoba
Apapun alasannya tujuan mereka mencari hal-hal yang menyenangkan, merubah perasaan atau mood (suasana hati) bagi orang tersebut.
8. Apa yang dimaksud obat terlarang (illegal)
• Dilarang secara hukum mis:heroin, ekstasi
• Dilarang dalam lingkungan tertentu: alkohol hanya untuk orang dewasa
• Secara umum dilarang tetapi tidak dilarang dalam lingkungan tertentu (valium harus dengan resep dokter)
9. Bagaimana Narkoba mempengaruhi seseorang.Tergantung dari :
• Dosis/banyak jumlah obat
• Frekwensi penggunaan
• Konsentrasi Obat/kandungan bahan
• Suasana hati/ mood ketika menggunakan
10. Cara Narkoba digunakan
• Dimakan, dihisap, dihirup melalui hidung, disedot melalui hidung
• Ditempel kekulit, disuntikan
• Melalui dubur, dll
11. Jenis dari Narkoba
• Menurut hukum : Narkoba yang legal dan yang illegal
• Menurut efek terhadap Susunan Saraf Pusat :
a. Stimulan : Merangsang / Meningkatkan kegiatan pada Susunan Saraf Pusat, Mempercepat proses mental.
Contoh; Ringan : ( kafein, nikotin ) ,Sedang : (efedrine ), Kuat : (amphetamin, kokain ).
• Efek dari stimulan
1. Menjadi sulit tidur 5. Meningkatkan kesiagaan
2. Menurunkan nafsu makan 6. Gelisah
3. Dada berdebar 7. Cepat marah, agitasi
4. Banyak bicara 8. Agresif
b. Depresan
• Menekan / Menurunkan kegiatan Susunan Saraf Pusat
• Memperlambat memperlambat proses mental sehingga menjadi rileks
Contoh : Alkohol, Opiat, Canabis, Barbiturat:( seconal ,amytal ,dll ), Tranquilliser: (valium mogadon, serapax ativan dll ), Solven/ Inhalan.
• Efek dari depresan
Rasa tenang nyaman, Rasa gembira oleh karena stress mental ditekan, Hilangnya rasa gelisah, Bicara lambat, Menurunnya koordinasi, Nafsu makan meningkat, Denyut jantung dan frek nafas menurun.
c. Halusinogen
Menyebabkan terjadinya hallusinasi, Mengubah persepsi dan pandangan terhadap sesuatu objek : membuat pemakai nya melihat/mendengar sesuatu terhadap hal yang sebenarnya tidak ada, sesuatu dengan persepsi yang berbeda.
Contoh: LSD =Lysergic Acid Diethylamide------ritual indian , Magic Mushrum, Mescaline, Ganja (mempunyai efekdepresan), Ekstasi (mempunyai efek stimulan))
• Efek dari Halusinogen
Efek sulit diprediksi (bad trip/ good trip), Distorsi persepsi pendengaran dan penglihatan, Sensasi tubuh yang aneh, Mengambang, Otot melilit, Pusing, mual, muntah, Peningkatan denyut jantung , nafas, tekanan darah.
12. Narkoba dan pengaruhnya pada otak
• Narkoba mempengaruhi cara kerja Sistem Saraf pusat (SSP) dan Sistem Saraf Tepi (SSO)
• Otak adalah organ yang menerima, memberi informasi
• Sistem Syaraf Pusat mengendalikan beberapa fungsi tubuh tek darah, denyut jantung, nafas (sehingga ikut berpengaruh bila menggunakan)
• Otak mempunyai ribuan sel yang menerima pengaruh narkoba yang bisa berbeda pada tiap orang sehingga bisa menghasilkan efek yang tidak sama pada setiap pengguna.
13. Istilah pada pengguna Narkoba
Toleransi, Adiksi, Gejala Putus obat,Pemakaian narkoba ganda.
14. BERBAGAI ISTILAH SEPUTAR NARKOBA
• Sakaw : sakit karena lagi 'nagih'.
• BD : sebutan untuk bandar narkoba.
• Parno : paranoid karena ngedrugs.
• Junkies : sebutan untuk pecandu.
• Relaps : kembali lagi ngedrugs karena 'rindu'.
• Bong : alat mengisap shabu.
• O-de : over dosis.
• PT : sebutan lain putauw (heroin).
• Ngubas atau nyabu : pakai shabu-shabu.
• Bedak/etep putih : sebutan lain putauw/heroin.
• Wakas : ketagihan.
• Pakauw : pakai putauw.
• Kipe/cucauw/nyipet/ ngecam : nyuntik/memasukan obat ketubuh.
• Pedauw/badai : teler/mabok
• Ubas : shabu.
• Kertim : kertas timah.
• Afo : aluminium foil.
• Bhironk : orang Nigeria/pesuruh.
• Insul/spidol : alat suntik.
• Paket/pahe : pembelian heroin/putauw dlm jml kecil.
• Gauw : gram.
• Sperempi : ¼ gram.
• Setangki : ½ gram.
• Giber/giting/gonjes : mabok/teller.
• Hawai/cimeng/rasta/ulah/gele/buda/stik : ganja.
• Selinting : 1 batang rokok/ganja.
• Inex : Ecstasy.
• Amphet : amphetamine
• Snip : pakai putauw lewat hidung (dihisap).
• Ngedrag : baker putauw diatas timah.
• Bokul : beli barang.
• Gepang : punya putauw/ heroin.
• Gitber : giting berat/mabok berat.
• Spirdu : sepaket berdua.
• Betrik : dicolong/ nyolong.
• Koncian : simpanan barang.
• BB : barang bukti.
• Coke : kokain.
• Jokul : jual.
• Bokauw : bau.
• Kurus : kurang terus.
• Gantung : setengah mabok.
• BT/snuk : pusing/ buntu.
• Boat/ boti : obat.
• Abses : salah tusuk urat/bengkak.
• KW : kualitas.
• Mupeng : muka pengen.
• Pyur : murni.
• BT : Bad Trip (halusinasi yang serem).
• Teken : minum obat/pil/kapsul.

15. Dampak penyalahgunaan narkoba
Dampak individu ( Jasmani dan Ketergantungan ), Keluarga, Sosial, Negara dan Bangsa, fisik/jasmani , Gangguan Susunan Syaraf Pusat, Gangguan jantung dan pembuluh darah, GangguanKulit , Gangguan Saluran pencernaan, Gangguan endokrine , Gangguan fungsi seksual, Gangguan pada otot penurunan fungsi otot, HIV/AIDS, Hep C .
16. Ciri-ciri Pengguna Narkoba dan Minuman Keras
Bertindak kasar,tidak sopan,suka marah tak terkendali, Mencuri uang di rumah, toko, Selalu mengenakan kacamata gelap pada saat tdk tepat, Suka mengasingkan diri dlm waktu lama,berkali-kali, Berat badan turun drastis, Sering dikunjungi oleh orang tdk dikenal.

NARKOTIKA
Narkotika adalah zat kimia / obat yang mengandung candu yang dapat menimbulkan rasa mengantuk /tidur yang mendalam. Obat ini dapat memperangaruhi kesadaran, memberi dorongan yang dapat berpengaruh terhadap perilaku. Pengaruh yang lain berupa penenang, perangsang dan dapat menimbulkan halusinasi.
Jenis-Jenis Narkotika
• Ganja (Canabis Sativa, Mariyuana, Indian Hemp)
Mengandung Delta-9-tetrahydrocannabinol, Menimbulkan : Hilang Konsentrasi, Peningkatan ,denyut jantung, Depresi, Hilang Keseimbangan , Nama lain : Marijuana, Gele, Cimeng, Kangkung
Yang digunakan daun dan ujung tangkai, dipotong-potong kemudian dikeringkan dan digunakan melalui rokok.
Macam – macam ganja, antara lain :
Ganja tembakau, Hasish (getah ganja) diperoleh dari penyulingan tumbuh-tumbuhan ganja, Tetrahydro (THC) kadar tertinggi pada bunga yang mulai mekar, ini mempunyai unsur aktir sebagai hallucinogenit substance (zat yang menjadi penyebab halusinasi / khayalan) pada seseorang.
Gejala-gejala keracunan ganja, antara lain : Hilang kesadaran, Hilangnya kemauan / semaangat, Mempunyai impian yang aneh-aneh, Mengalami halusinasi, Melakukan tindakan-tindakan tanpa disadari, Mata merah .
Gejala-gejala ketagihan, antara lain : Rasa gelisah, Rasa cemas, Konsentrasi terganggu, Malas bekerja .
Pengaruh buruk dari penggunaan ganja, antara lain :
 Euphoria yaitu rasa kegembiraan yang tidak sesuai dengan kenyataan.
 Dellirium yaitu menurunya kondisi tubuh
 Halusinasi yaitu keadaan si pemakai mengalami khayalan yang hebat.
 Weakness yaitu melemahnya kondisi fisik dan psikis
 Drowsines yaitu kesadaran merosot, mabuk dan ingatan kacau
 Koma yaitu semakin merosot, baik fisik maupun psikis yang akhirnya akan membawa kematian.
• Candu
Bagian tumbuhan Papaver Somniferum yang digunakan adalah buah yang hampir masak dari pangkal hingga ujung buah. Setelah getahnya menguning diolah menjadi candu metah. Macam – macam candu, antara lain :
 Candu Metah :Bahan yang diperoleh dari hasil sadapan dan belum diolah lebih lanjut sehingga masih berupa candu metah. Bentuknya lembek dan warna kecokelat-cokelatan, seperti aspal.
 Candu Masak : Candu metah yang sudah diolah lebih lanjut (dimasukkan monfhesilk) disebut candu masak. Pada candu masak, bagian kulit dan daun-daun kecil sudah tidak kelihatan warnanya cokelat atau sampai kehitaman barbau langu.
• MORPHINE
Morpine adalah zat utama yang berkhasiat yang terdapat pada candu mentah dan sudah diolah secara kimia. Daya kerja morpine 5 samapi 10 kali lebih kuat dari candu. Dalam penjualannya, morpine dicampur dengan tepung gula, tepung kina dan tablet APC yang dihaluskan.
• HEROIN
Diperoleh dari morpine yang diolah secara kimia, berbentuk serbuk / kristal, juga batangan / padat.Zat Adiktif yg berbahaya. Bentuk:Butiran,Tepung, Cairan.Nama lain PUTAUW.
Gejala-gejala keracunan candu, morphine dan heroin antara lain : Nafas sesak dan lambat , Denyut jangtung lambat, Mual-mual dan muntah, Nafsu makan hilang, Pingsan, Meninggal dunia
Gejala-gejala ketagihan candu, morphine dan heroin ini berlangsung kira-kira 10 hari , antara lain :
( Badan keluar keringat , Keluar cairan dari hidung, Keluar air mata terus menerus, Badan gemetar , Gelisah, Tidak dapat tidur, Tidak mau makan, Muntah-muntah disertai mencret, Otot mengalami kejang-kejang ).
Pengaruh buruk dari penggunaan candu, morphine dan heroin, antara lain :
Menyebabkan kematian (dosis tinggi) , Ketrgantungan fisik maupun psikis (selalu ingin mendapatkan), Berprilaku seenaknya sendiri , Cara pemakaiannya makin meningkat takarannyaTimbul komplikasi, seperti penyakit kulit, paru-paru, saluran pernafasan, lever, ginjal, jantung, penyakit kekurangan gizi dan lain-lain.

SHABU-SHABU (Ice)
( Menimbulkan:Impotensi,halusinasi,kerusakan jantung,stoke ). Nama lain:Kristal , ubas, mecin.
• INHALEN (Ngelem)
Dihirup: Lem, Tiner, Cat , Menimbulkan: Hilang Daya ingat, Mudah Memar dan Berdarah, Kram otot, Kerusakan jantung
• JENIS – JENIS OBAT DAN ZAT TERLARANG
1. VSP
2. Fepper Upper Pep Fillis adalah istilah yang digunakan untuk narkotika yang memberikan perasaan vitalitas. Yang sering digunakan remaja adalah AMPHETAMIN dan METHAMPETAMIN adalah obat “pendorong” stimulan menimbulkan : gelisah,tekanan darah tinggi, sering , pingsan,paranoid yg mendalam Nama lain: Amphet (Amphetamin) ,ekstasi, speed, whizz, billywhizz (Methapetamin)
Obat-obatan yang mengandung amphetamine, antara lain : Beusadrine, Dexodrine, Desbutol dan Dexamicyl.
Narkotika lain yang termasuk VSP yang memiliki efek samping, antara lain : Cocain, Preludine dan Retaline.
3. SPEED adalah methope yang diinjeksikan dan dianggap narkotika yang berbahaya dan berakibat fatal. Narkotika ini adalah amphetamine yang dibuat secara ilegal yang dapat diinjeksikan.
4. DOMNS adalah narkotika yang membuat rasa ketegangan dan rasa mengantuk.
5. CODEIN
6. DAMEROL
7. METHADONE
8. EKSTASI
Menimbulkan:Diare,rasa haus berlebihan,hiperaktif,menggigil tak terkendali, mual disertai muntah-muntah. Nama lain: Inex, I , kancing
9. Obat Tidur dan Obat Penenang
Obat ini dapat menimbulkan depresant terdiri dari dua kelompok yaitu obat tidur dan obat penenang. Yang termasuk obat tidur adalah megadon, rahipal, madrax (MX), casadon, secanol dan yang termasuk obat penenang adalah valium, lebrium, mentalium, kalman dan pil BK.

Selasa, 07 Februari 2012

LAPANGAN BOLA VOLI


Lapangan permainan

Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2,43 meter dan untuk net putri 2,24 meter. Garis batas serang untuk pemain belakang berjarak 3 meter dari garis tengah (sejajar dengan jaring). Garis tepi lapangan adalah 5 cm.